Minggu, 29 September 2013

Tulisan 2. Mata Kuliah Ekonomi Koperasi

Nama    : Tobia Rahastya Abram
Kelas    : 2 EA09
Npm      : 17 212 419


HISTORY of jem's DENIM  

JEM's DENIM itu apa? Jem's DENIM adalah sebuah brand jeans, lokal brand. Ya, begitulah namanya. jem's DENIM mempunyai arti yang sangat unik.
jem's = Jokes Evey Meet. Jem's DENIM lahir pada bulan Januari tahun 2013. Dan kebetulan, pendiri brand celana jem's DENIM ini, mereka kuliah di Universitas Gunadarma. Tobia Rahastya Abram dan Resa Revano Loen. Kami berdua kuliah di fakultas ekonomi , jurusan manajemen.

Mengapa kita mendirikan suatu usaha brand jeans ini?
Kami mendirikan jem's DENIM ini, karena banyak pertimbangan. Kami juga memikirkan masa depan kami. Kami berdua merasa, bahwa otak kami , dalam belajar, kapasitasnya pas-pas-an saja, ya bisa dibilang biasa biasa saja. Jika mau bekerja di tempat yang enak, harus kuliah yang rajin, sehingga IPK kita tinggi, wawasan kita luas dan diterima di Perusaahan yang berkualitas, dengan gaji yang menarik, namun itu juga belum tentu bisa kita dapatkan walaupun kuliah kita rajin. Maka dari itu, untuk menanggulangi masalah perkejaan yang akan datang setelah kita berdua lulus kuliah, kami mendirikan dari sekarang suatu usaha kecil-kecilan yang kami tapaki dan jejaki secara perlahan dan harapan kami, nama brand kami akan besar suatu saat nanti. AMIN !


TUGAS 2. EKONOMI KOPERASI #

Tobia Rahastya Abram

2EA09  /  17212419 

FAKULTAS EKONOMI GUNADARMA 


1) Pengertian Koperasi dan Prinsip prinsip Koperasi ?

Jawab : 

Pengertian koperasi :

Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.

 

Prinsip koperasi

Prinsip koperasi adalah suatu sistem ide-ide abstrak yang merupakan petunjuk untuk membangun koperasi yang efektif dan tahan lama. Prinsip koperasi terbaru yang dikembangkan International Cooperative Alliance (Federasi koperasi non-pemerintah internasional) adalah :
Di Indonesia sendiri telah dibuat UU no. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian. Prinsip koperasi menurut UU no. 25 tahun 1992 adalah:
  • Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
  • Pengelolaan dilakukan secara demokrasi
  • Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha masing-masing anggota
  • Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
  • Kemandirian
  • Pendidikan perkoperasian
  • Kerjasama antar koperasi

 

2) Apakah Prinsip-prinsip Koperasi yang ada telah sesusai dan dijalankan oleh koperasi yang beroperasi saat ini ?

Jawab : 

Menurut saya, koperasi yang berdiri saaat ini, ada yang beroperasi dengan baik, dan ada juga koperasi yang beroperasi dengan tidak baik. 

Koperasi yang beroperasi sesuai asas dan prinsip koperasi yang baik, pasti koperasi tersebut banyak nasabahnya / anggotanya. Dan Koperasi yang tidak baik, pasti ada unsur KKN didalamnya. Banyaknya kasus korupsi dan unsur negatif lainnya.

Jadi, bisa dibilang, hingga saat ini, ada koperasi yang baik dengan mengikuti prinsip dan asas koperasi, dan ada juga koperasi yang tidak berlangsung dengan baik dengan melanggar prinsip atau asas dari koperasi itu sendiri.

SUMBER :::

http://id.wikipedia.org/wiki/Koperasi#Prinsip_koperasi

 

 


Sabtu, 28 September 2013

Tulisan 1. Mata Kuliah Ekonomi Koperasi

Nama   : Tobia Rahastya Abram
Kelas    : 2 EA09
Npm     : 17 212 419

Usaha dimulai dari nol

Saya adalalah seorang anak muda berumur 20 Tahun. 
Nama lengkap saya Tobia Rahastya Abram.

Saya berkuliah di Universitas Gunadarma, Fakultas Ekonomi & Jurusan Manajemen.

Disini saya akan membagikan link, blog saya, tepatnya blog jualan saya dan usaha saya.

berikut linknya : 


Website dan Blog diatas adalah usaha jualan saya. Saya senang sekali usaha. Karena usaha itu menyenangkan.

Sampai pada akhirnya, saya  memiliki brand Jeans sendiri. Karena cita - cita saya menjadi seorang pengusaha, akhirnya , saya bisa menciptakan brand saya sendiri. Bisa kalian lihat di link berikut ini : 


http://www.kaskus.co.id/post/519cfaa9532acf820f000010#post519cfaa9532acf820f000010 


http://jemsdenim.blogspot.com/ 


https://www.facebook.com/pages/JEMS-DENIM/371141859650598


twitter.com/jemsDENIM 


Silahkan di buka saja linknya.

Bagi yang sudah membuka nya, saya ucapkan terima kasih.



TUGAS 1. EKONOMI KOPERASI #

Tobia Rahastya Abram

2EA09  /  17212419 

FAKULTAS EKONOMI GUNADARMA 

1) Bagaimana kemajuan koperasi sejak pertama kali didirikan hingga saat ini ?

Jawab : 

Menurut saya, perkembangan koperasi di Indonesia cukup berkembang dengan baik, hanya saja, perkembangannya , pada umumnya hanya dirasakan pada masayarakat golongan menengah kebawah. 

Pada dasarnya koperasi terutama di Indonesia sendiri sudah mulai berdiri sejak zaman penjajahan Belanda dan berkembang hingga saat ini. Pada kenyataannya, yang sangat masih bergantung pada koperasi adalah masayarakat pedesaan atau masyarakat pada golongan menengah kebawah. 

Bukan berarti disini koperasi tidak megalami kemajuan, hanya saja kemajuannya itu sendiri tidak langsung dirasakan oleh masyarakat luas dari semua golongan.

Bagi masyarakat golongan atas, pada umumnya, koperasi sudah tidak dilirik lagi, dan sangat kecil persentasinya. Karena seiring berjalannya waktu, banyak lembaga lembaga keuangan yang sudah lebih maju seperti PERBANKAN, lembaga Asuransi, dan lembaga simpan pinjam yang sudah marak di kota kota besar pada zaman modern ini. 

Bukan berarti disini koperasi tidak megalami kemajuan, hanya saja kemajuannya itu sendiri tidak langsung dirasakan oleh masyarakat luas dari semua golongan. 

Padahal jika masyarakat lebih mengetahui lagi fungsi, peran, dan manfaat dari koperasi itu sendiri secara mendalam, koperasi bisa menjadi salah satu lembaga yang lebih maju lagi di negeri ini. Karena pada dasarnya prinsip koperasi itu sendiri adalah memenuhi semua kebutuhan dan memberikan pinjaman kepada semua golongan masyarakat, bukan kepada masyarakat golongan tertentu saja.

 Oleh karena itu, koperasi di Indonesia tetap berkembang seiring berjalannya waktu, namun, perkembangannya masih kalah jauh bila dibandingkan dengan lembaga-lembaga keuangan yang berkembang pesat pada zaman sekarang.

 

 2) Hal-hal apa saja yang telah dicapai ?

Jawab :

1.Telah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat (konsumsi) terutama di daerah pedesaan seperti KUD.
2.Membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan modal usaha.

3.Meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.

4.Berperan dalam membangun tatanan perekonomian nasional.

5.Meningkatkan penghasilan anggota-anggotanya. Sisa hasil usaha yang diperoleh koperasi dibagikan kembali kepada para anggotanya sesuai dengan jasa dan aktivitasnya.
 

6.Menawarkan barang dan jasa dengan harga yang lebih murah. Barang dan jasa yang ditawarkan oleh koperasi lebih murah dari yang ditawarkan di toko-toko. Hal ini bertujuan agar barang dan jasa mampu dibeli para anggota koperasi yang kurang mampu.
 

7. Menumbuhkan motif berusaha yang berperikemanusiaan.

SUMBER :
http://id.wikipedia.org/wiki/Koperasi
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/11/manfaat-koperasi-bagi-masyarakat/
http://www.infosagala.com/tujuan-dan-manfaat-koperasi/







  



Sabtu, 06 Juli 2013

Young Entrepreneur


Nama  : Tobia Rahastya Abram
Kelas  : 1 EA 11
Npm    : 17 212 419



UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI | JURUSAN MANAJEMEN

Saya adalalah seorang anak muda berumur 20 Tahun. 
Nama lengkap saya Tobia Rahastya Abram.
Saya berkuliah di Universitas Gunadarma, Fakultas Ekonomi & Jurusan Manajemen.
Disini saya akan membagikan link, blog saya, tepatnya blog jualan saya dan usaha saya.
berikut linknya : 

Blog diatas adalah usaha jualan saya. Saya senang sekali usaha. Karena usaha itu menyenangkan.Sampai pada akhirnya, saya  memiliki brand Jeans sendiri. Karena cita - cita saya menjadi seorang pengusaha, akhirnya , saya bisa menciptakan brand saya sendiri. Bisa kalian lihat di link berikut ini : 

http://www.kaskus.co.id/post/519cfaa9532acf820f000010#post519cfaa9532acf820f000010 

http://jemsdenim.blogspot.com/ 

https://www.facebook.com/pages/JEMS-DENIM/371141859650598

twitter.com/jemsDENIM 

Silahkan di buka saja linknya.
Bagi yang sudah membuka nya, saya ucapkan terima kasih.



 





Rabu, 12 Juni 2013

REPORTED SPEECH/INDIRECT SPEECH & NOUN CLAUSE



NAMA  : TOBIA RAHASTYA ABRAM
KELAS : 1 EA 11
NPM     : 17 212 419
UNIVERSITAS GUNADARMA 
 
TUGAS BAHASA INGGRIS 2#

DIRECT AND INDIRECT SPEECH 

Kalimat Langsung Dan Kalimat Tak Langsung

Bilamana reported speech menyatakan kata-kata yang sebenarnya, ini disebut direct speech (kalimat langsung). Kalimat-kalimat tersebut tidak dihubungkan oleh “that” melainkan harus ditandai dengan (tanda baca) koma.

Bilamana reported speech memberikan isi pokok kata-kata yang dipakai oleh si pembicara dan bukan kata-kata yang sebenarnya ini disebut indirect speech (kalimat tidak langsung). 
Dalam indirect speech kalimat-kalimat itu dihubungkan dengan kata “that”.
Bentuk waktu reporting verb tidak diubah, akan tetapi bentuk waktu reported speech harus diubah berdasarkan atas bentuk waktu reporting verb

Dua cara perubahan bentuk waktu pada reported speech :

Peraturan I
Kalau reporting verb itu past tense, bentuk waktu kata kerja dalam reported speech itu harus diubah ke dalam salah satu dari empat bentuk past tense.

Direct Speech – Indirect Speech
Simple present – menjadi – Simple past
He said ” The woman comes “ He said that the woman came

Dari contoh di atas dapat disimpulkan perubahan untuk bentuk waktu dari reported speech sebagai berikut :
 



Direct Speech
a. Simple present
b. Present continuous 
c. Present perfect
d. Present perfect continuous
e. Simple past
f.  Past continuous 
g. Future
h. Present
        Indirect Speech
        Simple past
        Past continuous
        Past perfect
        Past perfect continuous
        Past perfect
        Past perfect continuous
        Past
        Past




Kekecualian :
Kalau reported speech berhubungan dengan kebenaran umum atau fakta yang sudah menjadi
kebiasaan, present indefinite atau simple present dalam reported speech tidak diubah ke dalam
bentuk lampau yang sesuai, melainkan tetap persis sebagaimana adanya, contoh :

Direct Speech – Indirect Speech

He said, “The sun rises in the east” – He said that the sun rises in the east

Dalam reported speech, bila present tense diubah ke dalam past tense dengan peraturan I, kata sifat, kata kerja atau kata keterangan umumnya diubah:


Direct Speech
this = ini
these = ini
come = datang
here = di sini, ke sini
hence = dari sini
hither = ke tempat ini
ago = yang lalu
now = sekarang
today = hari ini
tomorrow = besok
yesterday = kemarin
last night = tadi malam
next week = minggu depan
thus = begini

contoh :
He said, “I will come here”.
Indirect Speech
that = itu
those = itu
go = pergi
there = di sana, ke sana
thence = dari sana
thither = ke tempat itu
before = lebih dahulu
then = pada waktu itu
that day = hari itu
next day = hari berikutnya
the previous day = sehari sebelumnya
the previous night = semalam sebelumnya
the following week = minggu berikutnya
so = begitu


He said that he would go there


Akan tetapi kalau this, here, now dan sebagainya menunjukan pada benda, tempat atau waktu ketika berbicara, maka tidak dilakukan perubahan.

Agus said, “This is my pen”. – Agus said that this was his pen
(ketika berbicara pena berada di tangan pembicara)

Peraturan II
1) Bila reported speech kalimat berita
Dengan peraturan ini reporting verb dianggap dalam present atau future tense tertentu dan kapan saja ini terjadi, bentuk waktu dari kata kerja dalam reported speech tidak diubah sama sekali dalam mengubah direct menjadi indirect speech.

Reporting verb – Reported speech
Present tense – Any tense (bentuk waktu apapun)

Direct : She says to her friend, ” I have been writing “.
Indirect : She says to her friend that he has been writing. (tidak berubah)
Direct : She has told you, ” I am reading “.
Indirect : She has told you that he is reading. (tidak berubah)
Direct : She will say, ” You have done wrongly “.
Indirect : She will tell you that you have done wrongly. (tidak berubah)
Direct : She will say,” The boy wasn’t lazy “.
Indirect : She will tell them that the boy wasn’t lazy. (tidak berubah)

2) Bila reported speech merupakan kalimat tanya
a) Reporting verb say atau tell diubah menjadi ask atau inquire. Dengan mengulangi kata tanya dan mengubah tenses jika pertanyaannya dimulai dengan kata tanya diberitakan.

Direct
He said to me, “Where are you going?”
He said to me, “What are you doing?”
Indirect
He asked me where I was going
He inquired of me what I was doing

b) Dengan menggunakan if atau whether sebagai penghubung antara reporting verb dan reported speech dan mengubah tenses, jika pertanyaannya dimulai dengan kata kerja diberitakan :

Direct
He said to me, “Are you going
away today?”
He asked me , “can you come along?”
Indirect
He asked me whether I was
going away that day.
He asked me if I could come along.

3) Kalimat perintah (imperative sentences)
Bila reported speech merupakan kalimat perintah, reporting verb say atau tell harus diubah menjadi kata kerja tertentu yang menandakan :

· command (perintah), misalnya ordered, commanded, dsb yang berarti menyuruh, memerintahkan.
· precept (petunjuk, bimbingan, didikan), misalnya advised yang berarti menasehati.
· request (permohonan), misalnya asked yang berarti meminta, memohon.
· entreaty (permohonan yang sangat mendesak), misalnya begged yang berarti meminta, memohon (dengan sangat).
· prohibition (larangan), misalnya forbade yang berarti melarang.

Dalam perubahannya dari kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung, modus imperatif harus diganti dengan infinitif. Tegasnya, reported verb (kata kerja yang diberitakan atau kata kerja dalam reported speech) harus diubah menjadi infinitive with to.

a) Command :
Direct: He said to his servant, “Go away at once!”
Indirect:He ordered his servant to go away at once

b) Precept :
Direct: She said to her son, “Study hard!”
Indirect: He advised her son to study hard

c) Request :
Direct: He said to his friend, “Please lend me your pen!”
Indirect: He asked his friend to be kind enough to lend him his pencil

d) Entreaty :
Direct: He said to his master, “Pardon me, sir”
Indirect: He begged his master to pardon him.

e) Prohibition :
Direct: She said to her daughter, “Don’t go there”
Indirect: She forbade her daughter to go there

Kalau reporting verb say atau tell diubah menjadi reported verb ask, order, command dsb (tapi jika bukan forbid), predikatnya diubah ke dalam infinitive with to yang didahului oleh not atau no + infinitive with to.

Direct: She said to her daughter, “Don’t go there”
Indirect: She asked herdaughter not to go there.

4) Kalimat seru (exclamatory sentences)
Bilamana reported speech terdiri dari kalimat seru atau kalimat optatif, reporting verb say
atau tell harus diubah menjadi kata kerja tertentu yang semacam itu seperti exclaim, cry out,
pray dsb.

a) Exclamatory sentences
Direct: He said, “Hurrah! My old friend has come”
Indirect: He exclaimed with joy that his old friend had come.

b) Optative sentences (kalimat yang menyatakan harapan, pujian, dsb)
Direct: He said, “God bless you, my dear son “
Indirect: He prayed that God would bless his dear son

NOUN CLAUSE
 
PENGERTIAN NOUN CLAUSE  :

Noun Clause adalah klausa yang berfungsi sebagai Nomina. Karena fungsinya sebagai nomina, maka Noun Clause dapat menduduki posisi berikut :
·         Subjek Kalimat ( subject of a sentence)
·         Objek verba transitif (object of a transitive verb)
·         Objek preposisi (object of a preposition)
·         Pelengkap (complement)
·         Pemberi Keteeangan Tambahan (noun in apposition)
RUMUS NOUN CLUASE              :

Conjunction + S + Predicate + ……. (Obyek)

Yang dapat dijadikan kata penghubung (conjunction) adalah 
semua question word , if atau whether.

CONTOH NOUN CLAUSE

A)    Noun Clause sebagai Subjek Kalimat
~ What the Mr. Ronny has said is true
~ That the fire is hot is a real
 
B)    Noun Clause sebagai Objek Verba Transitif
~ I don’t believe what he is talking about his family
~ She said that her father would work in Bali
 
C)     Noun Clause sebagai Objek Preposisi
~ Please repeat to what your teacher is teaching
~ Be remember of what you’re listening
 
D)     Noun Clause sebagai Pelengkap
~ The bad news is that the Indonesian culture has been lost
~ That is what you order
      
      E)   Noun Clause sebagai Pemberi Keterangan Tambahan
           ~ The real that my grandma has comeback to God can make me very sad
          
           ~ The idea that the human can live in Mars for future is confuse